Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mencapai panggilan itu penuh perjuangan yang sangat besar. Sejarah tak henti-hentinya menghantui para pelajar Indonesia, entah untuk apa. Untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air? Tapi, menurut saya, siswa yang memiliki nilai yang kurang di ulangan harian SI bukan berarti rasa cinta airnya juga kurang. Atau, agar dihafal di luar kepala? Percuma. Dari dahulu saya sudah hafal diluar kepala. Ya, diluar kepala, didalam kepala gak hafal, makanya sekarang saya lagi mengerjakan perbaikan ulangan Sejarah Indonesia.
Oke, Kita lanjut
Salah satu perjalanan untuk memperoleh julukan NKRI itu adalah pergerakan nasional tahun 1908 sampai 1942. Seperti yang disebutkan di paragraf satu dan di judul, saya akan mengklasifikasi organisasi pergerakan setiap masanya dalam rangka perbaikan nilai ulangan.
1. Masa pembentukan (1908-1920)
a. Budi Utomo
Menjadi tonggak permulaan pergerakan nasional. Didirikan oada tanggal 20 Mei 1908. Dan kini, setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Berawal dari pertemuan Wahidin (pendiri) dengan Sutomo. Kemudian membentuk BU sebagai organisasi pelajar dengan pelajar STOVIA sebagai anggota inti. Ruang geraknya masih terbatas Jawa dan Madura. Setelah lama-lama-lama organisasi ini tidak berkembang pesat, namun ia menjadi penggerak terbentuknya organisasi lain.
b. Sarekat Islam
Terbentuk pada tahun 1911 di solo dengan corak agama dan ekonomi dengan nama Sarekat Dagang Islam. November 1912 menghilangkan kata 'Dagang' pada namanya agar cakupan lebih luas. Pertumbuhan pesat, memiliki cabang yang banyak, sayang di akhir perjalanan SI terpecah menjadi SI putih dan SI merah yang menjadi cikal bakal PKI.
c. Indische Partij
Bandung, 25 Desember 1912. Penerus organisasi kaum Indo dan Eropa di Indonesia (Indische Bond). Tiga serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangun Kusumo, Ki Hajar Dewantara). Hampir radikal tapi belum. Berdiri atas dasar Nasionalisme, yang melahirkan PI dan PNI.
2. Masa Radikal/ Nonkooperasi (1920-1930)
a. Partai Komunis Indonesia (PKI)
Sneevliet, Marxisme, Muso, jangan asing dengan kata itu kalau mau berbicara tentang PKI. Berawal dari pecahan SI Merah yang akhirnya memiliki nama sendiri (PKI). Jumlah massanya besar akan tetapi anggota intinya tidak banyak. Sulit untuk mengoordinasi sehingga banyak aksi teror. Pemerintah kolonial makin menjadi-jadi (penindasan) karena PKI makin berontak
b. Perhimpunan Indonesia (PI)
1908, Noto suroto dan Sutan Kasayangan. Berawal dengan nama Indische Vereeniging. Bertujuan memajukan kepentingan bersama orang pribumi dan Non-pribumi. Setelah PD 1, PI jadi fix PI, dan menegaskan dia bergerak di bidang politik. Meningkat menjadi nasional-demokratis, non-kooperasi, bahkan ANTI-KOLONIAL dan bersifat Internasional. Setelah itu, tokohnya banyak yang dibuang. Dan pada akhirnya pengaruhnya kemana-mana dan amat besar untuk pergerakan Nasional.
c. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Bandung, 4 Juli 1927. Sukarno (Ketua), Iskaq (Sekretaris/Bendahara), Samsi (Komisaris). Mantan anggota PKI gak boleh masuk PNI. Dan pegawai negeri yang memungkinkan menjadi mata-mata pemerintah kolonial. Bertujuan Kemerdekaan Indonesia. Tdiak ikut dalam dewan-dewan yang dibentuk pemerintahan kolonial. Sudah jelas non-kooperatif-nya, bukan? Marhaenisme, menjadi dasarnya. Nama seorang petani kecil yang menjadi cita-cita organisasi ini mencapai tujuannya. Tangkap-diasingkan-tangkap lagi, begitu saja terus sepanjang cerita organisasi ini. Namanya juga Non-kooperatif
3. Masa Moderat/ Kooperasi (1930-1942)
a. Parindra
Penggabungan Budi Utomo dengan Persatuan Bangsa Indonesia. Tidak menetapkan haluan organisasinya yang kooperatif atau non-kooperatif. Ia memliki wakil di Volkstraad. Mengambil sikap segala situasi. Menjadi besar dan menarik banyak orang. Kemudai memiliki cita-cita mensejahterakan seluruh golongan rakyat
b. Partindo
Berawal dari PNI yang para pemimpinnya hilang-hilangan. PNI bubar, terbentuk Partindo pada 30 April 1931. Kurang lebih mirip dengan PNI haluannya, namun lebih kooperatif. ujung-ujungnya Partindo bubar karena mengalami kemunduran. Partindo mengalami kemunduran karena Ir. Soekarno ditangkap lagi.
c. GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
Ide pembentukan GAPI depelopori oleh M. Husni Thamrin dari Parindra. Mendapat tanggapan yang baik. 4 Juli 1939 pun terwujud. Setelah mendengar PD 2 yang berkobar, GAPI menyerukan agar dalam keadaan penuh bahaya dapat dibina hubungan dan kerja sama yang sebaik-baiknya antara Belanda dan Indonesia.
Sebenarnya masih banyak organisasi yang belum terklasifikasi disini. Semua ini adalah bagian dari cerita hidup kita, kawan Indonesia-ku. Masa-masa ini dikelompokan sesuai dengan jenis pergerakannya. Saya harap tulisan ini bermanfaat dan dapat nilai perbaikan yang kalau bisa WOW walau ujung-ujungya KKM juga





Komentar
Posting Komentar